Selasa, 04 Agustus 2015

sambiloto


daun sambiloto
Daun Sambiloto

Manfaat daun sambiloto
Manfaat daun sambiloto banyak digunakan untuk berbagai pengobatan tradisional. Sambiloto yang mempunyai nama latin Andrographis Paniculata Ness merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa ternak tegak yang tingginya bisa mencapai 90 cm. Asal mula tumbuhan ini di duga dari asia tropika. Dari India Mela's ke selatan di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, lalu di temukan di Jawa.
Apa Itu Sambiloto
Sambiloto sendiri adalah tumbuhan liar yang memiliki banyak khasiat yaitu dapat mengobati berbagai macam penyakit. Karena merupakan jenis tumbuhan liar, sambiloto dapat juga di temukan di tempat-tempat seperti kabun, tepi sungai, tanah kosong yang lembab atau pekarangan.
Ciri-ciri dan kandungan tumbuhan sambiloto
Daun sambiloto mengandung laktone dan flavonoid. Laktone di peroleh dari daun dan cabangnya, masing-masing mengandungdeoxyandrographoldieandropraholide (zat pahit), 14-deoxy-n12-didehydroandrographolide, dan homoandrographolide. Terdapat juga alkaneketonaldehid, mineral (kalsium, kalium, natrium), asam kersik dan damar. Flavonoid sendiri apling banyak dari akar, yaitu polimetoksiflavonandrgrafinpan ikulinmono-0-metilwithin, dan apigenin-74-dimetiler.
  • Daun tunggal bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua.
  • Bunga, perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari ujung batang atau ketiak daun. Bunga berbibir berbentuk tabung dan berwarna putih.
  • Buah kapsul berbentuk corong, panjang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm pangkal dan ujung berbentuk tajam.

Khasiat dan Manfaat daun sambiloto

Digunakan untuk mencegah pembentukan radang, memperlancar air  seni (diuretika).
1. Menurunkan panas pada badan (antipiretika)
Daun sambiloto memiliki kandungan antiperetika yang sangat mujarab untuk menurunkan panas dalam.
2. Mencegah kanker
Daun Sambiloto dapat mengobati penyakit seperti trofoblas seperti hamil anggur (mola hidatisoda), dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas) serta tumor paru yang merupakan cikal bakal terjadinya kanker.
3. Menurunkan Tekanan Darah
Kandungan senyawa kalium memberikan khasiat menurunkan tekanan darah. Hasil percobaan farmakologi menunjukan bahwa air rebusan daun sambiloto 10% dengan takaran 0,3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamid.
4. Efektif Untuk Penyakit Tifus
Sambiloto juga di percaya bisa di gunakan sebagai obat penyakit tifus dengan cara mengambil 10-15 daun yang direbus sampai mendidih dan diminum air rebusannya.
Khasiat daun sambiloto lainnya yang tidak kalah penting adalah sebagai berikut
5. Mengatasi gatal-gatal
6. Mengobati malaria
7. Meningkatkan daya tahan tubuh
8. Menjaga stamina
9. Mengobati sakit perut
10. Kencing manis (DM)
11.  Gejala penyakit hepatitis
12. Infeksi saluran empedu
13. Mengatasi Diare
14. Mengatasi disentri basiler
15. Mengobati tifoid
16. Mengobati radang paru (pneumonnia)
17 Mengobati radang saluran pernapasan (bronkhitis)
18. Mengobati radang ginjal akut (pielonefritis akut)
19. Mengobati radang telinga tengah (OMA)
20 Mengobati radang usus buntu
21. Mengobati sakit gigi
22. Mengobati leptospirosis
23. Efektif untuk menawar racun
24. Baik Untuk Kulit (penggunaan luar)
25. Mengobati diabetes
26. Menghilangkan flek hitam di kulit
Manfaat daun sambiloto memang cukup banyak digunakan dalam pengobatan tradisional, tidak heran sudah banyak terdapat obat herbal yang bahan dasarnya adalah daun sambiloto.
Penggunaan Daun Sambiloto Untuk Bagian Luar
Untuk penggunaan bagian luar anda dapat menggunakan beberapa cara di bawah ini.
  1. Cuci daun sambiloto yang akan digunakan secukupnya
  2. Haluskan daun sampai halus
  3. Letakkan didalam bahan kain yang halus untuk menampung bekas daun yang telah dihaluskan
  4. Diamkan dalam beberapa menit pada bagian kulit atau wajah agar terlihat sempurna
Untuk penggunaan bagian dalam
Selain untuk bagian luar, ada banyak khasiat daun sambiloto yang penting untuk efek mengobati agar lebih berkhasiat bagi tubuh, berikut caranya:
  1. Ambil beberapa daun sambiloto yang telah di cuci
  2. Rebus dalam air hingga menyisakan 1/4 nya
  3. Minum secukupnya.
Untuk memanfaatkan daun sambiloto ada baiknya meminta saran ahli pengobatan tradisional yang sangat memahami mengenai berbagai khasiat utamany
Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah tumbuhan khas daerah teropis yang dapat tumbuh dimana saja. Daun sambiloto digunakan untuk berbagai keperluan. Daun sambiloto ini mengandung senyawa andrographolide. Senyawa ini terasa pahit, tapi memiliki sifat melindungi hati. Penilitian membuktikan bahwa senyawa ini mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Senyawa ini juga berperan besar dalam menurunkan enzim CDK4 sehingga menekan pertumbuhan sel kangker. Senyawa andrographolide juga berkhasiat meninggalkan kekebalan tubuh. dan juga manfaat kulit manggis

Manfaat dan Khasiat Sambiloto Tanaman sambiloto digunakan untuk mencegah pembentukan radang, memperlancar air seni (diuretika), kencing manis, dan terkena racun. kandungan senyawa kalium memberikan khasiat menurunkan tekanan darah. Hasil percobaan farmakologi menunjukan bahwa air rebusan daun sambiloto 10% dengan takaran 0,3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian subpensi glibenclamid. Selain itu, daun sambiloto juga dipercaya sebagai obat penyakit tifus dengan cara mengambil 10-15 daun yang direbus sampai mendidih dan diminum air rebusannya.

ショウブ

ショウブ

selamat pagi ,, salam dari Sang Governor untuk elOvers semua,,,
pada kesempatan kali ini Sang Governor ingin berbagi tentang tumguhan yang bernama Jeriangau, dimana tanaman ini banyak di jadikan untuk obat,,,
nah ,pada penasaran kan apa sih sebenarnya tanaman Jeriangau itu????????
simak baik baik ya sahabat Governor semua,,,,,
Lingkungan mempunyai peran dalam kehidupan manusia. Lingkungan berperan besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, kondisi kesehatan masyarakat yang buruk, seperti timbulnya berbagai penyakit, juga dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan memang tidak selalu menjadi penyebab, melainkan sebagai penunjang, media transmisi maupun memperberat penyakit yang telah ada. Keadaan lingkungan yang kurang bersih merupakan tempat yang sangat baik untuk berkembangbiaknya berbagai vektor penyakit, seperti serangga. Untuk menghindari dampak negatif tersebut, maka perlu dikembangkan cara-cara dalam pengendalian serangga yang aman dan efektif. Pengendalian serangga dengan pemanfaatan tanaman yang mengandung zat pestisidik sebagai insektisida nabati, diperkirakan mempunyai prospek dimasa yang akan datang (Kardinan, 2004). Secara umum, insektisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Insektisida nabati relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan terbatas. Oleh karena terbuat dari bahan alami, maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia serta ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Insektisida nabati bersifat “pukul dan lari” (hit and run), yaitu apabila diaplikasikan akan membunuh serangga pada waktu itu dan setelah serangga terbunuh, maka residunya akan cepat terurai di alam (Kardinan, 2004). Salah satu contoh insektisida nabati adalah tanaman jeringau (Acorus calamus L). Rimpang jeringau mengandung minyak atsiri yang digunakan sebagai insektisida untuk mengendalikan beberapa serangga pengganggu. Jeringau (Acorus calamus L) adalah tanaman yang mengandung bahan kimia aktif pada bagian rimpang baik dalam bentuk tepung ataupun minyak yang dikenal sebagai minyak atsiri. Tumbuhan ini mudah tumbuh dan dikembangbiakkan serta tidak beracun bagi manusia, karena secara tradisional banyak digunakan sebagai obat sakit perut dan penyakit kulit (Rismunandar, 1988).
Deskripsi Jeringau (Acorus calamus L)
Jeringau termasuk dalam Famili Araceae atau sekeluarga dengan tanaman keladi/talas-talasan. Jeringau merupakan tanaman kecil yang tidak berkayu, mudah tumbuh, menyukai air, asal tersedia cukup air, jeringau dapat berkembang biak. Jeringau merupakan herba tahunan dengan tinggi sekitar 75 cm. Tumbuhan ini biasa hidup di tempat yang lembap, seperti rawa dan air pada semua ketinggian tempat. Batang basah, pendek, membentuk rimpang, dan berwarna putih kotor. Daunnya tunggal, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 60 cm, lebar sekitar 5 cm, dan tulang daun sejajar. Daun berwarna hijau, berbentuk bongkol dengan ujung meruncing, panjang 20-25 cm. Pada ketiak daun keluar tangkai sari dengan panjang ± 2,75 mm, kepala sari panjang ± 0,5 mm, dan putik berukuran 1-1,5 mm. Akarnya kuat dengan rimpang berwarna merah jambu dan bagian dalamnya berwarna putih. Jika dikeringkan dan dicium akan mengeluarkan bau yang tajam (Atsiri Indonesia, 2006). Perbanyakan dengan stek batang, rimpang, atau dengan tunas-tunas yang muncul dari ruas-ruas rimpang. Jeringau mempunyai akar berbentuk serabut. Dalam pertumbuhannya, rimpang jeringau membentuk cabang ke kanan atau ke kiri. Banyaknya cabang ditentukan oleh kesuburan tanah.
Rimpang jeringau dalam keadaan segar kira-kira sebesar jari kelingking sampai sebesar ibu jari, dagingnya berwarna putih tetapi jika dalam keadaan kering berwarna merah muda. Bentuk rimpang berbentuk agak petak bulat beruas, dengan panjang ruas 1-3 cm, sebelah sisi akar batang agak menajam, sebelah lagi beralur tempat keluar tunas cabang yang baru. Banyak dikelilingi akar serabutnya yang panjang. Kebanyakan dari akar ini tumbuh pada bagian bawah akar batangnya. Bila umur tanaman lebih dari 2 tahun, akarnya dapat mencapai 60-70 cm. Bau akar sangat menyengat (keras) seperti bau rempah atau bumbu lainnya. Jika diletakkan di lidah rasanya tajam, pedas dan sedikit pahit tetapi tidak panas. Jika rimpang dimemarkan akan keluar bau yang lebih keras lagi karena rimpang jeringau mengandung minyak atsiri.
Klasifikasi Jeringau
Kingdom                 :  Plantae
Divisi                       :  Spermatophyta
Sub divisi               :  Angiospermae
Kelas                       :  Monocoiyledonae
Bangsa                   :  Arales
Suku                       :  Araceae
Warga                     :  Acorus
Jenis                       :  Acorus calamus LINN
Nama Inggris         :  Sweet flag, Sweet root, calamus
Nama Indonesia   :  Dringo, Jeringau
Nama daerah         :  Jeurunger (Aceh), Jerango (Gayo), Jarango (Batak), Jarianggu (Minangkabau), Sarango (Nias), Dringo (Sunda), Dlingo (Jawa Tengah), Jharango (Madura), Jangu atau Kaliraga (Flores), Jeringo (Sasak), Kareango (Makasar), Kalamunga (Minahasa), Areango (Bugis), Ai wahu (Ambon), Bila (Buru) (Atsiri Indonesia, 2006).
Penyebaran dan Habitat Jeringau
Di Indonesia, jeringau didapati tumbuh liar di hutan. Tanaman ini dapat ditemui di sepanjang musim menyukai tempat yang lembap dan mudah dijumpai dikawasan yang berpayau seperti di tepi danau, muara sungai, di rawa-rawa, di telaga-telaga atau pada tempat-tempat yang berair/berlumpur, tanaman ini banyak tumbuh didaerah sub tropis maupun daerah tropis yang panas dan lembap. Jeringau merupakan tumbuhan berair, mempunyai rizoma yang berbau wangi. Rizomanya berbentuk silinder dan diameternya antara 19 hingga 25 mm, kulit rizom berwarna coklat muda dengan warna putih didalamnya. Bagian dalamnya berbentuk seperti spon. Daunnya tebal dan keras berbentuk seperti pedang. Apabila daunnya dikoyak akan dihasilkan bau wangi. Jeringau menghasilkan bunga berwarna kuning kecil yang keluar dari ketiak daunnya. Tumbuhan ini jarang mengeluarkan biji benih dan pembiakan utamanya melalui pecahan rizom (Atsiri Indonesia, 2006).
Bagian Tumbuhan Yang Digunakan
Rimpang jeringau mengandung minyak yang bernilai serba guna seperti campuran dalam industri makanan dan minuman, bahan penyedap, pewangi, deterjen, sabun, dan krem kecantikan. Jeringau yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida hayati adalah pada akarnya (rimpang), karena mengandung minyak atsiri. Rimpang jeringau dapat digunakan dalam 2 bentuk, yaitu berbentuk tepung dan minyak. Untuk membuat tepung, rimpang jeringau diiris-iris, dikeringkan, lalu ditumbuk. Sedangkan cara pengolahan rimpang jeringau menjadi minyak atsiri adalah melalui penyulingan dengan metode Destilasi (Kardinan, 2004).
Kandungan Aktif Jeringau
Kandungan bahan kimia terpenting dalam rimpang jeringau adalah minyak atsiri. Kandungan minyak atsirinya mengandung eugenol, asarilaldehid, asaron (alfa dan beta asaron), kalameon, kalamediol, isokalamendiol, preisokalmendiol, akorenin, akonin, akoragermakron, akolamonin, isoakolamin, siobunin, isosiobunin, episiobunin, resin dan amilum (Arsiri Indonesia, 2006). Tinggi rendahnya kualitas minyak atsiri tergantung pada daerah asal jeringau itu sendiri. Komposisi minyak rimpang jeringau terdiri dari asarone (82%), kolamenol (5%), kolamen (4%), kolameone (1%), metil eugenol (1%), dan eugenol (0,3%) (Kardinan, 2004). Rimpang dan daun jeringau mengandung saponin dan flavonoida, disamping rimpangnya mengandung minyak atsiri sebagai pengusir serangga (Anonimous, 2000). Formula rimpang Jeringau sebagai insektisida dapat dibuat secara sederhana maupun secara laboratorium.
Manfaat Jeringau
Secara tradisional tanaman jeringau banyak digunakan sebagai obat sakit perut dan penyakit kulit (Rismunandar, 1988). Ada juga kebiasaan yang berkembang di masyarakat yaitu pada ibu yang mempunyai bayi, disediakan sejenis bungkusan kecil yang berisi jeringau dan rempah ini dipercaya dapat menghindarkan bayi dari mahkluk halus dan binatang-binatang (Naria, 2005). Rimpang jeringau berkhasiat sebagai karminaif, spasmolitik dan diaforetik yang bermanfaat untuk obat penenang, lambung, penenang pencernaan, obat limpa, menghilangkan sakit, menambah nafsu makan, tonik, meredakan radang, melegakan hidung tersumbat, menjernihkan suara, dan bahan antiseptik. Contohnya penyakit yang dapat diobati dengan jeringau antara lain adalah bengkak, kudis, kurap, limpa bengkak, cacar sapi, mimisan, demam dan lainnya. Bahkan ada penderita stroke ringan yang sembuh dengan mandi air hangat yang dicampur dengan beberapa rimpang jeringau. Selain itu jeringau juga digunakan sebagai ramuan untuk wanita selepas bersalin. (Atsiri Indonesia, 2006). Di India, tepung rimpang jeringau digunakan sebagai obat cacing dan jamu-jamuan. Didalam obat-obatan timur asli, rimpang jeringau banyak dipakai untuk dyspepsia (obat anak-anak yang mengalami diare), bronchitis dan lozenge (obat kunyah untuk sakit tenggorokan). Air rebusan rimpang jeringau disebut teh jeringau (calamus), baik sekali dipakai untuk obat menguatkan badan dan menghangatkan perut. Jeringau dapat pula membangkitkan nafsu makan serta mendorong dan membuang kotoran-kotoran dalam perut. Teh jeringau ini pun sangat manjur untuk mengobati reumatik, demam, penyakit kuning, sakit empedu, memperlancar haid bagi wanita, dan lain-lain (Indo, M., 1972). Dalam dosis rendah jeringau dapat memberikan efek relaksasi pada otot dan menimbulkan efek sedatif (penenang) terhadap sistem saraf pusat karena senyawa asaron memiliki struktur kimia mirip senyawa golongan amfetamin dan ekstasi. Namun, jika digunakan dalam dosis yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan aktivitas mental (psikoaktif) bahkan potensial sebagai karsinogen jika antibodi yang ada di dalam tubuh tidak bisa mengeliminasi efek karsinogen jeringau (Agusta, 2008). Di beberapa Negara tanaman jeringau telah dikembangkan secara luas sebagai tanaman perdagangan, industri, maupun obat-obatan, bahkan sampai di ekspor. Minyak yang dihasilkan dari bahan baku rimpang jeringau melalui proses penyulingan disebut Calamus Oil.  Minyak jeringau dibutuhkan untuk industri makanan sebagai penambah cita rasa, industri minuman sebagai campuran bir, limun, anggur, dan lain-lain, karena baunya jeringau yang lembut, warnanya yang kuning dan aromanya yang mendekati bau nilam, serta pada bahan industri pasta gigi sebagai dental cream.
Hama Yang Dikendalikan
Rimpang jeringau dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa serangga pengganggu disekitar kita. Rimpang yang ditumbuk halus (bentuk tepung) dapat digunakan untuk mengendalikan rayap dan membunuh kutu, dapat juga digunakan untuk memusnahkan anai-anai, dengan cara menaburkan tepung jeringau di sekeliling kayu yang diserang oleh anai-anai (Indo, M., 1972). Serangga lain yang dapat dikendalikan adalah nyamuk, ngengat dan kecoa (Naria, 2005). Tumbuhan ini, terutama bagian rimpangnya mengandung minyak yang dapat digunakan sebagai bahan insektisida yang bekerja sebagai repellent (penolak serangga), antifeedant (penurun nafsu makan), dan antifertilitas/chemosterilant (pemandul). Tepung rimpang jeringau dapat digunakan untuk melindungi hasil panen yang disimpan di gudang, yaitu dengan mencampurkannya pada biji-bijian dengan konsentrasi 1-2 % atau 1-2 kg tepung jeringau dicampur dengan 100 kg biji-bijian. Tepung rimpang jeringau dengan konsentrasi 3-5% berpengaruh terhadap mortalitas serangga sitophilus sp. Rimpang jeringau sering digunakan sebagai insektisida nabati di berbagai negara. Sebagai contoh, di Tiongkok dan India rimpang jeringau ini dimanfaatkan untuk membasmi beberapa jenis kutu, di Malaysia dimanfaatkan untuk membasmi rayap, dan di Filipina untuk mengusir walang sengit (Kardinan, 2004). Berdasarkan cara kerja minyak dari rimpang jeringau sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan serangga dapat dinyatakan sebagai racun kontak, dan racun pernafasan. Sebagai racun kontak, apabila minyak jeringau yang disemprotkan dapat langsung mengenai bagian tubuh serangga sasaran yang menyebabkan serangga tersebut jatuh dan akhirnya mati ditandai dengan tubuh serangga mengering karena dehidrasi. Dinyatakan sebagai racun kontak apabila insektisida dapat masuk kedalam tubuh serangga sasaran lewat kulit/bersinggungan langsung (Djojosumarto, 2000).  Sebagai racun pernafasan, apabila serangga menghirup minyak rimpang jeringau yang menyebabkan serangga tersebut tergelepar hingga akhirnya mengalami kematian. Racun pernafasan bekerja lewat saluran pernafasan. Kebanyakan racun pernafasan berupa gas (Djojosumarto, 2000). Pengaplikasian minyak rimpang jeringau berbentuk cair yang dapat berubah dan menimbulkan gas. Hal ini dapat diketahui dari baunya yang sangat menyengat (Onasis, 2001). Untuk mendapatkan minyak dari rimpang jeringau dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Siapkan 10 kg rimpang jeringau yang telah disortir dan dirajang halus.
  2. Lakukan pengeringan dengan tidak langsung berada dibawah sinar matahari sampai kadar airnya 10-25 %.
  3. Lakukan penyulingan dengan alat suling yang menggunakan metode destilasi.
  4. Pisahkan minyak rimpang jeringau dari air.
  5. Minyak dari rimpang jeringau siap untuk digunakan.
Dengan mengetahui informasi diatas, diharapkan dapat menambah wawasan kita mengenai berbagai kandungan kimia dan manfaat dari tanaman jeringau. Karena budidayanya yang mudah, tanaman jeringau ini dapat dikembangkan, mengingat manfaat dari tanaman ini yang begitu besar, baik sebagai tanaman herba untuk pengobatan manusia, maupun sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan

 

Alpokat

 7  Manfaat  buah alpokat
 
Buah avokad atau alpokat yang berasal dari Amerika Tengah ini sudah terkenal sejak dulu. Konon suku Aztec memanfaatkan buah alpokat untuk meningkatkat libido. Kandungan nutrisi yang terdapat di dalam buah yang tumbuh subur di daerah tropis ini sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa manfaat buah alpokat untuk kesehatan tubuh kita.

#1 : Melindungi Mata

Alpokat merupakan buah-buahan yang menjadi sumber lutein. Lutein adalah suatu karotenoid yang bekerja sebagai antioksidan. Penelitian menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi buah alpokat, beberapa nutrisi tertentu yang di butuhkan oleh mata akan menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh. Buah alpokat juga kaya akan kandungan lemak tak jenuh tunggal sehingga akan membantu tubuh dalam penyerapan karotenoid menjadi lebih baik.

Manfaat Buah Alpokat
Buah alpokat sangat bermanfaat untuk kesehatan

#2 : Menurunkan Berat Badan

Memang buah alpokat memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Namun, lemak yang terkandung dalam buah ini adalah lemak tak jenuh tunggal (monosaturated fat Omega-9), yaitu lemak sehat atau lemak baik HDL (High Density Lipoprotein) yang justru sangat bermanfaat bagi tubuh. Lemak baik HDL ini tidak membuat gemuk dan justru membuang kelebihan kolesterol jahat. Buah alpokat mengandung 2 jenis serat, yaitu serat tak larut dan serat larut. Kedua jenis serat tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu menjaga sistem pencernaan dalam tubuh agar lebih lancar. Serat larut akan berfungsi untuk memperlambat pemecahan karbohidrat di dalam tubuh, sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama. Selain itu, alpokat juga mengandung asam oleat yang akan mengaktifkan bagian otak untuk membuatnya merasa lebih kenyang dan membantu Anda mengurangi keinginan untuk makan cemilan yang tidak perlu. Alhasil, berat badan Anda pun akan turun.   

#3 : Menstabilkan Gula Darah

Alpokat yang Anda konsumsi setelah makan akan membantu menjaga kestabilan gula darah. Kandungan lemak tak jenuh tunggal yang ada di dalam alpokat juga akan bermanfaat untuk memperlambat pencernaan gula darah.

#4 : Menurunkan Kolesterol

Alpokat akan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh dan juga meningkatkan kadar kolesterol baiknya. Kolesterol baik yang ada di dalam tubuh akan meningkat sebesar 11 %. Dengan adanya folat yang terkandung di dalam alpokat dan juga sifatnya sebagai penurun kolesterol, jantung Anda akan menjadi lebih sehat. Konsumsilah segelas jus alpokat setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan folat harian Anda sebesar 23%. Selain itu, alpokat juga menjadi buah penghasil vitamin E yang cukup tinggi, sehingga akan sangat penting untuk melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit.

#5 : Melindungi Payudara

Alpokat merupakan buah yang memproduksi asaloleat. Beberapa penelitian menyatakan bahwa senyawa asam oleat yang terkandung di dalam buah alpokat tersebut dapat bermanfaat untuk melindungi payudara dan serangan kanker.

#7 : Anti Inflamasi

Efek dari kombinasi berbagai nutrisi yang ada di dalam buah alpokat berfungsi sebagai anti inflamasi (anti peradangan). Alpokat akan membantu mengurangi resiko terkena penyakit rematik dan juga osteoarthritis karena adanya kandungan vitamin C, selenium, karotenoid, Omega-3, asam lemak dan juga seng.

Senin, 03 Agustus 2015


Manfaat buah  mahkota dewa 
 
Tanaman mahkota dewa pada awalnya hanya digunakan sebagai hiasan atau untuk peneduh jalan saja. Tanaman ini bisa tumbuh subur di berbagai kondisi tanah yang padat dan gembur. Pohon mahkota dewa bisa tumbuh setinggi 3 meter atau lebih dengan bagian daun hijau yang lebat. Buah akan menempel pada bagian batang dengan berkelompok atau sendiri. Buah memiliki warna hijau saat masih mentah dan akan berubah menjadi kemerahan saat sudah akan masak. Buah yang bisa dipetik dan memiliki aroma yang sangat harum.
manfaat buah mahkota dewaTanaman ini asli tumbuh di daerah Papua kemudian mulai berkembang ke berbagai daerah di Indonesia, karena bisa tumbuh cepat dan mudah. Tanaman mahkota dewa menjadi lebih terkenal setelah buah tanaman ini mulai dikembangkan sebagai bahan obat-obatan. Perawatan tradisional dengan buah mahkota dewa dimulai oleh orang China yang sangat kreatif dalam menemukan resep-resep baru perawatan penyakit. Sekarang kita bisa menemukan buah mahkota dewa yang sudah diolah menjadi berbagai bentuk obat.
Berikut ini adalah manfaat buah mahkota dewa sesuai dengan kandungan senyawa kimianya :
1. Detoksifikasi Tubuh
Tubuh kita menyerap berbagai jenis makanan dan minuman. Kita tidak pernah menyadari bahwa konsumsi berbagai jenis bahan makanan dan minuman juga bisa menjadi racun untuk tubuh, terutama makanan dan minuman yang banyak memakai bahan tambahan. Organ tubuh seperti ginjal dan hati berfungsi untuk menetralisir racun, tapi racun yang menumpuk dalam tubuh tidak bisa keluar semua. Jadi kandungan senyawa alkaloid dalam buah mahkota dewa bisa membantu mengeluarkan semua racun dalam tubuh.
2. Melawan Infeksi Bakteri dan Virus
Infeksi bakteri dan virus bisa menjadi masalah kesehatan yang berat. Bakteri dan virus bisa masuk ke tubuh manusia lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi, udara dan berbagai sumber lain. Beberapa jenis penyakit yang mudah menyerang tubuh dan disebabkan oleh bakteri dan virus misalnya seperti penyakit tifus, kolera, TBC dan jenis lain. Manfaat buah mahkota dewa bisa meningkatkan sistem tubuh untuk melawan bakteri dan virus karena mengandung saponin.
3. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh
Kekebalan tubuh memiliki peran yang sangat penting terutama untuk mempertahankan tubuh agar tidak terkena berbagai penyakit. Sistem kekebalan tubuh diperankan oleh antibody yang ada dalam tubuh kita sendiri. Jika tubuh lelah atau lemah maka mudah terserang penyakit sehingga Anda bisa mengkonsumsi buah mahkota dewa yang mengandung senyawa saponin. Bahkan konsumsi rutin juga bisa meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
4. Menurunkan Resiko Diabates
Penyakit diabetes disebabkan karena tubuh tidak bisa memproduksi insulin sebagai hormon yang mengatur persediaan kadar gula dalam darah menjadi energi tubuh. Diabetes juga bisa disebabkan karena tubuh mengalami resistensi insulin dimana insulin diproduksi berlebihan atau kekurangan dan tubuh tidak memiliki respon yang baik terhadap kadar gula darah. Saponin yang ditemukan pada manfaat buah mahkota dewa untuk diabetes ternyata juga bisa membantu tubuh dalam mengelola kadar gula dalam darah.
5. Menurunkan Resiko Pembekuan Darah
Saponin dalam buah mahkota dewa juga bisa digunakan untuk menurunkan resiko pembekuan darah. Tubuh akan membentuk respon yang sangat kuat ketika terjadi masalah pembekuan darah. Hal ini juga ikut melibatkan kesehatan jantung dan beberapa organ lain seperti ginjal, sistem syaraf, otak, empedu dan semua bagian tubuh. Darah berfungsi untuk mengedarkan semua zat makanan dan diserap oleh sel tubuh jadi jika terjadi masalah pembekuan darah maka bisa menyebabkan bahaya kesehatan yang cukup fatal.
6. Menurunkan Resiko Alergi
Alergi adalah sebuah reaksi tubuh yang terjadi karena tubuh membentuk sistem yang kuat terhadap reaksi bahan asing yang masuk atau terhirup ke dalam tubuh. Ada berbagai jenis alergi seperti alergi terhadap debu, zat asing, aroma tertentu, makanan tertentu dan berbagai sumber lain. Alergi bisa menyebabkan bahaya untuk tubuh terutama apabila sudah berpengaruh untuk organ bagian dalam. Kandungan polifenol dalam buah mahkota dewa memiliki manfaat untuk mencegah alergi dan menurunkan potensi resiko alergi. Secara umum buah mahkota dewa memiliki sifat antihistamin sehingga baik untuk mencegah alergi.
7. Mencegah Penyakit Penyumbatan Pembuluh Darah
Penyakit penyumbatan pembuluh darah biasanya menjadi salah satu resiko penyakit bagi orang yang memiliki beberapa masalah kesehatan seperti jantung, diabetes, hipertensi dan gagal ginjal. Pembuluh darah yang bekerja menuju jantung dan sistem syaraf pusat bisa tidak bekerja normal karena ada penumpulan plak atau zat asing dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan resiko penyakit jantung menjadi lebih tinggi. Kandungan flavonoid dalam buah mahkota dewa bisa digunakan untuk mencegah semua penyakit yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
8. Menurunkan Kolesterol
Kolesterol dalam tubuh sebenarnya berasal dari berbagai jenis makanan yang mengandung lemak. Lemak jenuh tidak bisa digunakan untuk tubuh sebagai sumber tenaga karena tubuh kita membutuhkannya dalam jumlah yang sangat kecil. Berbagai jenis makanan seperti makanan yang digoreng dengan minyak sawit, lemak dari daging dan dan berbagai sumber lemak lain memiliki banyak kolesterol. Kolesterol bisa menyebabkan beberapa potensi penyakit seperti jantung dan stroke. Manfaat buah mahkota dewa untuk kesehatan  bisa menurunkan jumlah kolesterol dalam tubuh. Kandungan senyawa flavonoid secara efektif bisa menurunkan kandungan kolesterol dalam tubuh.
9. Menurunkan Resiko Penyakit Jantung
Penyakit jantung menjadi salah satu penyakit yang sangat mengerikan. Ada beberapa jenis golongan penyakit jantung yang disebabkan karena kelainan jantung bawaan, kebiasaan konsumsi rokok dan alkohol, kebiasaan gaya hidup yang buruk dan konsumsi makanan yang berlemak. Semua jenis penyakit jantung yang disebabkan bukan karena faktor kelainan bisa diringankan dengan konsumsi buah mahkota dewa yang mengandung flavonoid.
10. Menurunkan Resiko Kanker
Kanker bisa menjadi salah satu penyakit yang sangat mengerikan. Penyakit ini disebabkan karena adanya zat radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh dan menyerang sel-sel yang sehat. Akibatnya maka sel-sel ini akan terus rusak dan menyebabkan timbulnya kanker. Kandungan flavonoid dalam buah mahkota dewa juga bisa menjadi salah satu sumber anti oksidan yang sangat baik untuk tubuh.
Efek Samping Pengobatan dengan Buah Mahkota Dewa
Pengobatan dengan buah mahkota dewa merupakan salah satu metode tradisional. Meskipun perawatan ini dianggap mampu melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit, namun dibalik manfaat buah mahkota dewa juga memiliki efek samping yang harus dikenali.
Beberapa efek samping perawatan dengan mahkota dewa adalah:

  • Konsumsi berlebihan dan tidak sesuai dosis bisa menyebabkan kepala pusing, mengantuk hingga sakit kepala yang parah.
  • Buah mahkota dewa mengandung racun yang bisa menyebabkan penyakit untuk tubuh, karena itu dosis pemakaian dan cara konsumsi harus sesuai dengan aturan dari ahli dalam perawatan herbal.
  • Konsumsi buah mahkota dewa yang berlebihan juga bisa menyebabkan reaksi kejang dan kekurangan oksigen sehingga bisa pingsan.
Perawatan dengan buah mahkota dewa sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dari ahli perawatan tradisional. Hal ini dilakukan untuk menghindari semua resiko dari beberapa efek samping buah mahkota dewa. Jadi, jika Anda ingin mengkonsumsi buah mahkota dewa maka sebaiknya lakukan dengan bijak dan mengikuti aturan dari ahlinya.

Minggu, 02 Agustus 2015

Kao bali  Natural soap
Cold proses tanpa bahan kimia yang dapat membahayakan kulit
Terbuat dari VCO dan minyak sawit glicerin dan olive oil
 JAHE
Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam suku Zingiberaceae. Nama Zingiber berasal dari bahasa Sansekerta “singabera” (Rosengarten 1973) dan Yunani “Zingiberi” (Purseglove et al. 1981) yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa latin (officina) yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan (Janson 1981).
Jahe dikenal dengan nama umum (Inggris) ginger atau garden ginger. Nama ginger berasal dari bahasa Perancis:gingembre, bahasa Inggris lama:gingifere, Latin: ginginer, Yunani (Greek): zingiberis (ζιγγίβερις). Namun kata asli dari zingiber berasal dari bahasa Tamil inji ver. Istilah botani untuk akar dalam bahasa Tamil adalah ver, jadi akar inji adalah inji ver. Di Indonesia jahe memiliki berbagai nama daerah. Di Sumatra disebut halia (Aceh), beuing (Gayo), bahing (Karo), pege (Toba), sipode (Mandailing), lahia (Nias), sipodeh (Minangkabau), page (Lubu), dan jahi (Lampung). Di Jawa, jahe dikenal dengan jahe (Sunda), jae (Jawa), jhai (Madura), dan jae (Kangean). Di Sulawesi, jahe dikenal dengan nama layu (Mongondow), moyuman (Poros), melito (Gorontalo), yuyo (Buol), siwei (Baree), laia (Makassar), dan pace (Bugis). Di Nusa Tenggara, disebut jae (Bali), reja (Bima), alia (Sumba), dan lea (Flores). Di Kalimantan (Dayak), jahe dikenal dengan sebutan lai, di Banjarmasin disebut tipakan. Di Maluku, jahe disebut hairalo (Amahai), pusu, seeia, sehi (Ambon), sehi (Hila), sehil (Nusalaut), siwew (Buns), garaka (Ternate), gora (Tidore), dan laian (Aru). Di Papua, jahe disebut tali (Kalanapat) dan marman (Kapaur). Adanya nama daerah jahe di berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan penyebaran jahe meliputi seluruh wilayah Indonesia. Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperti Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia. Dalam sistematika tumbuhan, tanaman jahe termasuk dalam kingdom Plantae, Subkingdom Tracheobionta, Superdivisi: Spermatophyta, Divisi: Magnoliophyta/Pteridophyyta, Subdivisi: Angiospermae, Kelas: Liliopsida-Monocotyledoneae, Subkelass: Zingiberidae, Ordo: Zingiberales, Suku/Famili: Zingiberaceae, Genus: Zingiber P. Mill. Species: Zingiber officinale (Roscoe, 1817) (US National Plant Database 2004). Sinonim nama jahe adalah : Amomum angustifolium Salisb., dan Amomum zingiber L. Ada sekitar 47 genera dan 1.400 jenis tanaman yang termasuk dalam dalam suku Zingiberaceae, yang tersebar di seluruh daerah tropis dan sub tropis. Penyebaran Zingiber terbesar di belahan timur bumi, khususnya Indo Malaya yang merupakan tempat asal sebagian besar genus Zingiber (Lawrence 1951: Purseglove 1972). Di Asia Tenggara ditemukan sekitar 80-90 jenis Zingiber yang diperkirakan berasal dari India, Malaya dan Papua. Namun hingga saat ini, daerah asal tanaman jahe belum diketahui. Jahe kemungkinan berasal dari China dan India (Grieve 1931; Vermeulen 1999) namun keragaman genetik yang luas ditemukan di Myanmar (Jatoi et al. 2008) dan India, yang diduga merupakan pusat keragaman jahe (Ravindran et al. 2005). Jahe memiliki jumlah kromosom 2n=2x=22, namun beberapa kultivar jahe diketahui sebagai poliploid (Kubitzki, 1998). Darlington dan Ammal (1945) dalam Peter et al. (2007) melaporkan terdapat jenis Z. officinale yang memiliki jumlah kromosom sebanyak 28. Darlington dan Wylie (1955) juga menyatakan bahwa pada jahe terdapat 2 kromosom B. Rachmandran (1969) melakukan analisis sitologi pada 5 spesies Zingiber dan menemukan pada seluruh spesies memiliki jumlah kromosom 2n=22. Ratnabal (1979) mengidentifikasi kariotipe 32 kultivar jahe (Z. officinale) dan menemukan seluruh kultivar jahe memiliki kromosom somatik berjumlah 22 dan ditemukan pula adanya kromosom asimetris (kromosom B) pada seluruh kultivar kecuali kultivar Bangkok dan Jorhat. Beltram dan Kam (1984) dalam Peter et al. (2007) mengobservasi 9 Zingiber spp. dan menemukan bahwa Z. officinale bersifat aneuploid (2n=24), polyploid (2n=66) dan terdapat B kromosom (2n= 22+2B). Tetapi Etikawati dan Setyawan (2000), Z. officinale kultivar jahe putih kecil (emprit), gajah dan merah memiliki jumlah kromosom 2n=32. Eksomtramage et al. (2002) mengamati jumlah kromosom 3 spesies Z. officinale asal Thailand dan menemukan 2n=2x=22. Yulianto (2010) menyatakan jumlah kromosom jahe putih dan jahe merah yakni 2n=24=22+2B. Rachmandran (1969) melakukan analisis sitologi pada 5 spesies Zingiber, selain menemukan jumlah khromosom pada seluruh spesies 2n=22 juga membuktikan adanya struktur pindah silang akibat peristiwa inversi. Observasi pada fase metaphase mitosis menemukan bahwa jahe diploid (2n=2x=22) memiliki panjang kromosom rata-rata 128.02 μm dan lebar 5.82 μm. Rasio lengan kromosom terpanjang dan terpendek adalah 2.06:1, hampir 45,5% kromosom memiliki 2 lengan dan terdapat 2 kromosom yang berbeda (Zhi-min et al. 2006). Adanya variasi pada jumlah kromosom merupakan suatu mekanisme adaptasi dan pembentukan spesies pada tanaman. Hal ini juga menjadi penyebab terjadinya variasi genetik pada jahe. Selain itu ditemukannya struktur pindah silang diduga menjadi penyebab rendahnya fertilitas tepung sari yang menyebabkan pembentukan buah dan biji pada jahe jarang terjadi.

Ciri morfologis

Tanaman Jahe
Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.
Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.

Pengolahan dan pemasaran

Rimpang jahe, terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Untuk itu diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap layak dikonsumsi. Untuk mendapatkan rimpang jahe yang berkualitas, jahe dipanen pada umur tidak terlalu muda juga tidak terlalu tua.
Jahe segar Selain dipasarkan dalam bentuk olahan jahe, juga dipasarkan dalam bentuk jahe segar, yaitu setelah panen, jahe dibersihkan dan dijual kepasaran.
Terdapat beberapa hasil pengolahan jahe yang terdapat di pasaran, yaitu:
  • Jahe kering
  • Awetan jahe
  • Jahe bubuk
  • Minyak jahe
  • Oleoresin jahe

Jahe kering

Merupakan potongan jahe yang dikeringkan dengan irisan memotong serat irisan tipis (digebing). Jenis ini sangat populer di pasar tradisional.

Awetan jahe

Merupakan hasil pengolahan tradisional dari jahe segar. Yang paling sering ditemui di pasaran adalah, tingting jahe (permen jahe), acar, asinan, sirup, dan jahe instan. Beberapa jenis olahan jahe ini disukai konsumen dari daerah Asia dan Australia.

Bubuk jahe

Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe menggunakan teknologi industri, jahe dikeringkan selanjutnya digiling dengan kehalusan butiran bubuk yang ditentukan. Bubuk jahe diperlukan untuk keperluan farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan baku jahe kering.

Oleoresin jahe

Adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tepung jahe. Warnanya cokelat dengan kandungan minyak asiri 15 hingga 35%.

Habitat

Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter.
Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

Varietas

Terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:

Jahe gajah/jahe badak

Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.

Jahe kuning

Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.

Jahe merah

Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding jahe biasa.

post  by KAObali

Sabtu, 01 Agustus 2015

VCO

KAO bali: KAO bali: KAO bali
Manfaat VCO untuk Kesehatan
Asam Lemak yang terkandung dalam Minyak VCO/Virgin Coconut Oil berbeda dengan asam lemak berantai panjang (LCFA-long chain fatty acid). Untuk memanfaatkan asam lemak berantai panjang tubuh harus menimbunnya terlebih dahulu dalam bentuk lemak sehingga menyebabkan tubuh menjadi gemuk (obesitas), LCFA ini terdapat pada berbagai macam minyak sayur yang kita konsumsi.
Kandungan asam lemak rantai panjang (LCFA) minyak sayur memiliki ukuran molekul asam-asam lemak yang besar. Untuk dapat diserap melalui dinding usus, maka minyak sayur perlu proses dahulu dalam saluran cerna. Mula-mula asam lemak ini harus diuraikan menjadi unit-unit asam-asam lemak ukuran kecil dan berbentuk asam lemak bebas (free fatty acid) melalui proses hidrolisis dan emulsi dengan bantuan cairan empedu. Setelah diemulsikan sempurna, lalu diuraikan menjadi unit-unit asam lemak bebas dengan bantuan enzim-enzim kelenjar pankreas. Selanjutnya baru bisa diserap oleh dinding usus, lalu ditampung dalam saluran getah bening. Uraian unit-unit asam lemak tersebut disusun kembali dan dikemas menjadi chylomicron dan lipoprotein.
Lipoprotein inilah yang dipasokkan ke dalam aliran darah, dan sampai ke hati dimetabollisir dan produknya didistribusikan ke seluruh kelenjar endoktrin, organ dan jaringan tubuh sampai habis dalam bentuk energi, kolesterol, dan sisa lemak yang ditimbun di jaringan lemak tubuh. Dua senyawa terakhir (kolesterol dan timbunan lemak) inilah yang dapat menjadi dasar timbulnya berbagai macam penyakit kronis dan degeneratif seperti hipertensi, stroke, dan diabetes.
Berbeda dengan minyak sayur, VCO yang mengandung 92% asam lemak rantai sedang ini  bisa terus diserap melalui dinding usus sesampainya di saluran cerna, proses ini lebih cepat karena tanpa melalui proses hidrolisis dan enzimatik. Selanjutnya langsung dipasok masuk kedalam aliran darah dan langsung dibawa kedalam organ hati untuk dimetabolisir. Didalam hati VCO diproses menjadi energi saja, bukan kolesterol dan timbunan lemak, energi tersebut digunakan untuk meningkatkan fungsi semua kelenjar endoktrin, organ dan jaringan tubuh.
MCFA dalam VCO ini juga dimiliki oleh ASI (Air Susu Ibu) yang merupakan makanan kaya gizi. Karena itulah VCO sangat baik untuk dikonsumsi oleh siapapun mulai dari Bayi, Anak, Remaja, Orang Dewasa Ibu Hamil atau menyusui sampai yang sudah lanjut usia. Manfaat VCO , Khasiat VCO , Fungsi VCO , Manfaat Virgin Coconut Oil , Khasiat Virgin Coconut Oil , Fungsi Virgin Coconut Oil  
VCO Bebas Toksik & Karsinogenik dan juga sebagai Antioksidan dan Anti Radikal Bebas Pelindung
Perbedaan antara minyak sayur dan VCO juga bisa  dilihat saat keduanya digunakan untuk menggoreng. Akibat pemanasan yang tinggi, pada minyak sayur terbentuklah asam lemak trans. Asam lemak ini yang bukan lagi nutrisi dapat berubah menjadi ikatan ganda, berubah ikatannya dan terjadi pembelokan atau berbagai bentuk lain yang tidak menentu.
Asam lemak trans adalah toksik, ia merubah struktur kimia  minyak menjadi kacau. Dengan demikian asam lemak trans menggantikan posisi di dinding sel. Seakan-akan menjadi pelindung, tetapi pada kenyataannya malah menghalangi masuknya nutrisi ke dalam sel dan membiarkan bahan asing masuk ke dalam sel.
Pemanasan minyak sayur juga menghasilkan radikal bebas yang bersifat karsinogenik. Tahukah Anda Gabungan minyak trans, radikal bebas, kelebihan kolesterol, timbunan lemak dalam jaringan tubuh inilah penyebab utama berbagai jenis penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes, kegemukan dan kanker.
Selama dasar penyebabnya terus ditimbun dalam tubuh, maka pengobatan secanggih apapun hanya meredam gejala penyakitnya sementara waktu saja. dan belum tentu menyembuhkan.
Berbagai organisasi kesehatan di Amerika dan Eropa menghendaki kadar asam lemak trans dalam makanan adalah 0%. Hal ini disebabkan karena asam lemak trans bukan lagi bersifat nutrisi, tetapi sebagai racun metabolisme, seperti halnya arsenikum dan sianida.
Namun keadaan ini tidak berlaku pada VCO saat digoreng. Struktur kimia minyak ini tidak berubah, ini dikarenakan 92% jenis asam lemaknya sudah dalam bentuk jenuh (saturated fatty acids) oleh karena itu tetap stabil.
Virgin Coconut Oil tidak menghasilkan asam lemak trans dan radikal bebas yang bersifat toksik dan karsinogenik yang berbahaya. Di dalam alur proses pencernaan minyak VCO di metabolisir menghasilkan energi saja, tidak ada kolesterol dan juga tidak ada timbunan sisa lemak, dengan demikian VCO lebih aman dan bermanfaat untuk di konsumsi dibandingkan minyak lain Fungsi Virgin Coconut Oil , Manfaat Minyak Kelapa Murni , Khasiat Minyak Kelapa Murni , Fungsi Minyak Kelapa Murni
Memulihkan & Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Minyak merupakan zat makanan yang berperan penting untuk menjaga kesehatan, jika dibandingkan dengan karbohidrat dan protein minyak adalah merupakan sumber energi yang lebih efisien.
Lebih daripada itu, kandungan Minyak VCO mampu meningkatkan daya tahan tubuh menjadi lebih optimal, karena Virgin Conut Oil (VCO) mampu langsung diserap oleh tubuh dan langsung diubahkan menjadi energi, sehingga secara otomatis membuat sistem kekebalan tubuh menjadi berfungsi secara sempurna.
Dengan sistem kekebalan tubuh yang berfungsi optimal maka Anda tidak akan mudah terserang penyakit, dan hal ini tentu saja lebih menguntungkan dibandingkan apabila Anda harus berobat karena sakit.
Minyak Kelapa Murni / Minyak VCO memiliki karakteristik yang luar biasa. Kandungan MCFA-nya merupakan asam lemak esential bagi pemenuhan nutrisi tubuh. Saat kondisi tubuh dalam keadaan sakit atau pada proses rehabilitasi, tubuh memerlukan asupan gizi cukup untuk mempercepat proses penyembuhan, namun disisi lain kemampuan organ pencernaan terbatas akibat sakit. Nah disinilah Minyak VCO berperan.
MCFA yang masuk ke tubuh memiliki sifat mudah di cerna. MCFA langsung disalurkan kedalam liver lalu diserap sel tubuh kemudian diubah menjadi sumber energi dan nutrisi, selanjutnya digunakan si sakit untuk penyembuhan maupun pemulihan dari penyakit.
Konsumsilah Virgin Coconut Oil / VCO dengan rutin ketika dalam keadaan sakit, untuk mempercepat kesembuhan penyakit dan juga mempercepat pemulihan penyakit, serta untuk memberikan energi ekstra sehingga cepat sembuh. Manfaat VCO , Khasiat VCO , Fungsi VCO , Manfaat Virgin Coconut Oil , Khasiat Virgin Coconut Oil , Fungsi Virgin Coconut Oil , Manfaat Minyak Kelapa Murni , Khasiat Minyak Kelapa Murni
Sumber Nutrisi untuk Pertumbuhan Anak
Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi yang tidak diragukan lagi kualitasnya untuk kehidupan anak ditahun pertamanya. ASI merupakan anugerah Tuhan yang tidak ada bandingannya. Bukan hanya asupan gizi yang penting untuk pertumbuhannya namun ia juga mendapatkan zat imun sebagai penangkal dari berbagai penyakit.
Berbagai kajian tentang ASI juga membuktikan bahwa bayi yang mendapat ASI  lebih sehat dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI. Mereka memiliki formasi gigi yang lebih baik, mereka lebih tahan terhadap alergi, mempunyai fungsi pencernaan lebih baik dan lebih mampu melawan penyakit dan juga dimungkinkan memiliki intelegensia yang lebih baik.
Apa yang membuat ASI begitu ajaib? ini dikarenakan kandungan MCFA-nya terutama asam laurat, Anda tahu kan asam laurat juga terkandung didalam Minyak VCO sebesar 48%-52%. Oleh karena itu para ilmuwan berusaha mengembangkan makanan pendamping yang mengandung Minyak VCO. Minyak Kelapa Murni , Khasiat Minyak Kelapa Murni , Fungsi Minyak Kelapa Murni
Beberapa alasan memasukkan MCFA Virgin Coconut Oil (VCO) ke makanan pendamping ASI disebabkan karena MCFA dalam Minyak VCO memiliki kemampuan memperbaiki penyerapan dan fungsi pencernaan. Asam lemak ini juga membantu mengatur kadar gula darah. Fungsi penting lainnya adalah MCFA melindungi bayi dari mikroorganisme berbahaya.
Selain ditambahkan ke makanan, MCFA juga bisa didapatkan bayi dari ASI, oleh karena itu ASI harus diberikan untuk bayi supaya pertumbuhannya optimal dan kebutuhan gizinya tercukupi. Manfaat VCO , Khasiat VCO , Fungsi VCO , Manfaat Virgin Coconut Oil , Khasiat Virgin Coconut Oil , 
Ibu Hamil & Menyusui
Proses kehamilan merupakan sesuatu yang luar biasa dan ajaib serta menunjukkan kekuasaan Allah yang begitu luar biasa. Pengalaman yang menyenangkan bagi ibu-ibu yang sedang hamil, karena sedang mengandung kehidupan baru yang akan lahir kedunia. Namun kehamilan harus dijaga dari segala resiko yang bisa menyebabkan kecacatan sampai keguguran.
Kehamilan juga rentan terhadap infeksi beberapa virus, seperti herpes virus dan cytomegalo virus. Dengan mengonsumsi VCO janin akan terlindungi dari kedua virus ini sehingga mengurangi resiko lahir cacat atau keguguran.
Anjuran orang tua jaman dulu untuk mengonsumsi minyak kelapa, ada benarnya karena minyak kelapa memiliki kandungan yang luar biasa. Selain mematikan berbagai mikroorganisme berbahaya kandungan MCFA dalam VCO juga memberikan energi yang dibutuhkan saat bayi mau lahir.
Beberapa pengalaman menyebutkan bahwa konsumsi Minyak VCO saat ibu hamil memberikan pengaruh yang sangat baik untuk bayi, bukan saja saat di dalam kandungan bayi lebih sehat, namun ketika lahir bayi dalam keadaan bersih dan sehat. Selain itu Minyak VCO membuat produksi  ASI menjadi lebih banyak dan lebih berkualitas.

KELOR/ Moringga

KAO bali
Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7—11 meter.[1] Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dapat dibuat sayur atau obat. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak.[1] Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang, juga dapat disayur.
Nama umum Indonesia: Kelor, limaran (Jawa) Inggris : Moringa, ben-oil tree, clarifier tree, drumstick tree Melayu : kalor, merunggai, sajina Vietnam : Chùm ngây Thailand : ma-rum Pilipina : Malunggay

Deskripsi

Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar; percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda. Buah berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 - 60 cm; buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat - berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan. Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak.
Perbanyakan bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian 1000 m dpl, banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang.
Penelitian terhadap manfaat tanaman mulai dari daun, kulit batang, buah sampai bijinya, sejak awal tahun 1980-an telah dimulai. Ada sebuah laporan hasil penelitian, kajian dan pengembangan terkait dengan pemanfaatan tanaman kelor untuk penghijauan serta penahan penggurunan di Etiopia, Somalia, dan Kenya oleh tim Jerman, di dalam berkala Institute for Scientific Cooperation, Tubingen, 1993. Laporan tersebut dikhususkan terhadap kawasan yang termasuk Etiopia, Somalia, dan Sudan, karena sejak lama sudah menjadi tradisi penduduknya untuk menanam pohon kelor, mengingat pohon tersebut dapat menjadi bagian di dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan sayuran, bahan baku obat-obatan, juga untuk diperdagangkan. Di kawasan Arba Minch dan Konso, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi.
Periset dari Anna Technology University, Tamilnadu, India, C Senthil Kumar, membuktikan bahwa daun kelor memang berkhasiat sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati. Menurut dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus untuk penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, misalnya luka usus dan luka lambung. “Bagian apa pun yang dipakai aman asal memperhatikan caranya,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Minumlah rebusan daun kelor selagi air hangat. Sebab, efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat.
Menurut Dr. Paulus Wahyudi Halim di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kelor memiliki energi dingin. Herbal seperti itu cocok untuk mengatasi penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker.
Cara pemakaian nya dengan merebus 3 tangkai pada segelas air setelah itu minum airnya hangat hangat

Khasiat Daun Kelor

Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram, daun kelor mengandung:
7 x vitamin C pada jeruk 4 x calcium pada susu 4 x vitamin A pada wortel 2 x protein pada susu 3 x potasium pada pisang
Organisasi ini juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia. Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang Afrika, Amerika Latin, dan Asia. National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.
Manfaat utama daun kelor adalah:
  1. Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh
  2. Menyegarkan mata dan otak
  3. Meningkatkan metabolisme tubuh
  4. Meningkatkan stuktur sel tubuh
  5. Meningkatkan serum kolesterol alamiah
  6. Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit
  7. Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal
  8. Memperindah kulit
  9. Meningkatkan energi
  10. Memudahkan pencernaan
  11. Antioksidan
  12. Memelihara sistem imunitas tubuh
  13. Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan
  14. Bersifat anti-peradangan
  15. Memberi perasaan sehat secara menyeluruh
  16. Mendukung kadar gula normal tubuh

Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

KAObali

Welcome to KAObali